Jumat, 09 November 2012

PERANAN ORGANISASI KOPERASI PADA KOPERASI KARYAWAN PERUSAHAAN


EKONOMI KOPERASI

PAPPER
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan
Memenuhi Syarat Guna Menempuh
Nilai Softskill Semester Ganjil
Tahun Ajaran 2012 – 2013




Disusun oleh :
Nama             : Anissa Kartika Rivai
Npm              : 10211929
Kelas             : 2EA21
Program Study  : Manajemen







FAKULTAS EKONOMI
“UNIVERSITAS GUNADARMA”
KALIMALANG



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Kehadiarat Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan kuasaNya sehingga Tulisan Papper EKONOMI KOPERASI ini yang berjudul PERANAN ORGANISASI KOPERASI PADA KOPERASI KARYAWAN PERUSAHAAN dapat terselesaikan dengan baik.
Tulisan ini disusun dari hasil kepustakaan (membaca buku) dan membrowsing dari internet kemudian disusun kembali menjadi sebuah makalh seperti ini. Yang bertujuan agar pembaca dapat memahami isi dari makalah yang telah disusun ini.
Tulisan ini merupakan salah satu tugas Softskill yang harus disusun untuk penyempurnaan nilai-nilai mahasiswa kelas 2EA21 – S1 Manajemen sebagai tugas individu.
Penulis telah berusaha menyelesaikan dan menyusun Tulisan ini dengan segala kemampuan, namun penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis menerima atas segala kritik dan sarannya yang bersifat membantu guna melengkapi isi dari makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih atas bimbingan sehingga terlaksana penyusunan tulisan ini. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Segala kritik dan saran pembaca senantiasa penulis terma dengan senang hati.

Bekasi, Oktober 2012
                                                                                                                               Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................. i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii

BAB I             PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang………................................................................................1
B.     Tujuan Penulisan..........................................................................................1
C.     Metode Penulisan…………….....................................................................1
BAB II            TINJAUAN UMUM KOPERASI & PERUSAHAAN
A.    Pengertian Koperasi……….......................................................................2
B.     Pengertian Perusahaan…………………………..……………..................2
C.     Pengertian Organisasi…………………….................................................2
BAB III          TINJAUAN UMUM ORGANISASI
A.    Pengertian Bentuk Organisasi…………….................................................3
B.     Type Struktur  Organisasi...........................................................................3
C.     Pola Manajemen..........................................................................................4
BAB IV          PERAN ORGANISASI KOPERASI TERHADAP KOPERASI
KARYAWAN PERUSAHAAN
A.    Hubungan Organisasi & Manajemen Perusahaan………………………..9
B.     Hirarki dan Tnaggung Jawab…………......………………………...........9
C.     Hubungan Organisasi Koperasi Pada Koperasi Karyawan……………....10
BAB V            PENUTUP
A.    Kesimpulan………………...…………......................................................12




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 Berbagai penemuan di bidang teknologi ( revolusi industri ) melahirkan tata dunia ekonomi baru. Tatanan dunia ekonomi menjajdi terpusat pada keuntungan perseorangan, yaitu kaum pemilik modal ( kapitalisme ). Sistem ekonomi kapitalis / liberal memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya kepada pemilik modal dan melahirkan kemelaratan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi lemah.

Dan seiring kemajuan teknologi koperasi harus di kelompokkan menjaddi beberapa bagian, kegiatan ini lah yang dikatagorikan sebagai Organisasi. Dalam koperasi Organisasi Koperasi sangatlah penting. Dan organisasi koperasi saat ini dibutuhkan untuk karyawan perusahaan.


B.     TUJUAN PENULISAN

Dalam penyusunan papper ini bpenulis bertujuan untuk menyampaikan bebrapa hal, yaitu sebagai berikut :

1.      Sebagai tugas softskill kedua semester 3 di Universitas Gunadarma.
2.      Menjabarkan beberapa pengetahuan tentang organisasi koperasi
3.      Memperdalam wawasan mengenai pengetahuan organisaasi koperasi terhadap koperasi karyawan perusahaan.
4.      Sebagai latihan untuk jenjang selanjutnya.

C.    METODE PENULISAN

Dalam memperoleh materi serta bahan membuat papper ini, penulis dapat mengumpulkan data dan memperoleh data -  data dari berbagai macam sumber, yakni sebagai berikut :

1.      Browsing internet, penulis mengambil bahan – bahan papper ini melalui internet dengan membuka situs – situs yang berhubungan dengan judul yang diambil.
2.      Kepustakaan, penulis juga mendapatkan bahan dari membaca buku dari berbagai macam buku yang bersangkutan dengan judul papper yang diambil. Dan meringkasnya menjadi bentuk papper seperti ini.


BAB II
TINJAUAN UMUM KOPERASI DAN PERUSAHAAN

A.    PENGERTIAN KOPERASI

Secara harfiah Koperasi berasal dari bahasa Inggris Coperation terdiri dari dua suku kata yaitu ‘Co yang berarti bersama dan ‘Operation yang berarti bekerja. Jadi koperasi berarti bekerja sama, sehingga setiap bentuk kerja sama dapat disebut koperasi.
1.      Pengertian – pengertian pokok tentang Koperasi :
a.       Merupakan perkumpulan orang orang termasuk badan hukum yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
b.       Menggabungkan diri secara sukarela menjadi anggota dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai pencerminan demokrasi dalam ekonomi.
c.        Kerugian dan keuntungan ditanggung dan dinikmati bersama secara adil.
d.       Pengawasan dilakukan oleh anggota.
e.        Mempunyai sifat saling tolong menolong.
f.        Membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai syarat menjadi anggota.
B.     PENGERTIAN PERUSAHAAN

Perusahaan dapat didefiniskan sebagai suatu organisasi produksiyang menggunakan dan mengkoordinir sumber – sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

C.    PENGERTIAN ORGANISASI

Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal dari 2 (dua) orang atau lebih yang berkerja sama untuk mencapai 1 (satu) tujuan tertentu. Adapun pengertian organisasi menurut ahli :

1.      Organisasi menurut Stoner
Adalah suatu pola hubungan – hubungan yang melalui orang – orang di bawah pengarahan manajer dan tujuan bersama.

2.      Organisasi menurut James D. Money
Adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3.      Organisasi menurut Chester I. Bernard
Adalah suatu sistem kegiatan kerjasama dari dua orang atau lebih dengan sesuatu yang tidak terwujud dan tidak bersifat perseorangan.
BAB III
TINJAUAN UMUM ORGANISASI

A.    PENGERTIAN BENTUK ORGANISASI KOPERASI

Organisaisi koperasi yang telah terbentuk memerlukan pelaksanaan manajemen koperasi diantaranya mengenai Bagan Struktur Organisais yang relevan, perangkat dan fungsi.
organisasai koeperasi.
Bagan Struktur Organisasi Koeprasi menggambarkan sususnan, isi dan luas cakupan, organisasi koperasi, serta menjelaskan posisi daripada fungsi beserta  tugas maupun kewajiban, setiap fungsi, hubungan kerja dan tanggung jawab yang jelas.
Landasan pembuatan struktur organisasi adalah :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
2. Anggaran Dana dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi.
3. Keputusan Rapat.

B.     TYPE STRUKTUR ORGANISASI

Ada beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya.

1.      Struktur Tradisional
Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen.
2.      Struktur Lini
Adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi.
3.      Struktur Lini dan Staff
Meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. Lini dan struktur menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi lini dan staff lebih terpusat. Manajer lini dan staff memiliki otoritas pada bawahannya. Pada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan melupakan formalitas didalamnya.

4.      Struktur fungsional
 Jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif .

C.    POLA MANAJEMEN

Untuk mencapai tujuan  koperasi di perlukan manajemen koperasi yang benar agar semua yang telah di rencanakan dapat berjalan dengan baik, untuk itu diperlukan Pola Manajemen Koperasi secara umum sebagai berikut            :

a.       Perencanaan

Perencanaan merupakan proses dasar dari manajemen. Dalam hal ini manajer memutuskan hal-hal yang harus dilakukan, tetapi sebelum itu dibutuhkan organisasi untuk perencanaan, baik organisasi kecil maupun besar. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang bersifat fleksibel, karena dalam berjalannya waktu situasi dan kondisipun dapat berubah sewaktu-waktu.

b.      Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur,pengelompokan, dan mengatur serta membagi tugas bagi para anggota dalam bekerja. Posisi dalam bekerja dari para anggotanya pun harus sesuai dengan keahlian dari anggota organisasi, agar tujuan dapat di capai sesuai dengan yang telah direncanakan.



a.       Struktur Organisasi

Sebagai pengelola koperasi, pengurus menghadapi berbagai masalah yang harus diselesaikan. Dan masalah yang paling sulit itu berasal dari dirinya sendiri yaitu berupa keterbatasan, seperti keterbatasan pengetahuan, kemampuan, bahkan mungkin daya tahan tubuh.

Maka dibutuhkan struktur organisasi yang sesuai dengan kemampuan, bentuk usaha, volume usaha, maupun luas pemasaran produk. Karena semua bentuk organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan.

b.      Pengarahan

Pengarahan merupakan fungsi menejemen yang terpenting karena masing-masing orang dalam suatu organisasi memiliki kepentingannya masing-masing. Untuk itu pimpinan perusahaan harus dapat mengarahkan dengan baik agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

c.       Pengawasan

Pengawasan merupakan sistem untuk membuat segala kegiatan perusahaan dapat berjalan sesuai rencana. Proses ini dapat dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu:
1)      menetapkan standar
2)      membandingkan kegiatan yang telah dilaksanakan dengan standar yang telah ditetapkan
3)      mengukur penyimpanan-penyimpana yang terjadi, lalu mengambil tindakan evaluasi jika diperlukan.


1.      Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi

a.       Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement and some of its Problems” yang mengatakan bahwa :“Cooperation is an economic system with social content”.
a)      Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.
b)      Unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam:
c)      Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.
d)     Kesukarelaan dalam keanggotaan
e)      Menolong diri sendiri (self help)
f)       Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity)
g)      Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.
h)      Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.

b.      Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdayasumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

c.       Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:
1)      Anggota
2)      Pengurus
3)      Manajer
4)      Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan

d.      Sedangkan menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah:

1)      Rapat Anggota

     Setiap anggota koperasi mempunyai hakdan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.

     Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu  rapat anggota dengan menetapkan:
a)      Anggaran dasar.
b)      Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi.
c)      Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas.
d)     Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
e)      Pembagian SHU.
f)       Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.

2)      Pengurus Koperasi
Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn mdalam bukunya “The Board of Directions of Cooperatives” fungsi pengurus adalah:
a)      Pusat pengambil keputusan tertinggi
b)      Pemberi nasihat
c)      Pengawas atau orang yang dapat dipercaya
d)     Penjaga berkesinambungannya organisasi
e)      Simbol


2.      Dan menurut Ropke J ( 1988 ) => Teori Tripartiet

a.       Partisipasi Anggota yang efektif dipengaruhi oleh :
1)      Kesesuaian antara Output program koperasi dengan kebutuhan dan keinginan para anggotanya.
2)      Permintaan anggota dengan keputusan – keputusan pelayanan koperasi.
3)      Tugas koperasi dengan kemampuan manajemen koperasi

Dan keberhasilan perkembangan koperasi ditentukan oleh 3 faktor , Yaitu
1)      Partisipasi anggota
2)       Profesionalisme manajemen
3)      Faktor Eksternal

Tingkat partisipasi anggota ditentukan oleh beberapa faktor , Yaitu :
1)      Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi baik secara ekonomis maupun non ekonomis.
2)      Karakter dan/ atau motivasi individu baik secara utilitarian maupun normatif.
3)      Faktor Yg Mempengaruhi keberhasilan koperasi dan partisipasi anggota yaitu :

Kondisi Lingk. (Alam Sosial dan Ekonomi) => Iklim Usaha =>  Perkembangan / Keberhasilan Koperasi <= Sarana Usaha & Manajemen => Manfaat Ekonomi & Manfaat Non Ekonomi => Partisipasi Anggota <= Karakter individu & manfaat ekonomi => Perkembangan / Keberhasilan Koperasi Keadaan sosial dan ekonomi Individu anggota => Motivasi & Utilitarian Normatif


3.      Bentuk – bentuk partisipasi anggota menurut Hanel. A (1985) Adalah :

a.       Sebagai pemilik, anggota berkewajiban untuk turut aktif dalam pengambilan keputusan, evaluasi dan pengawasan.
b.      Sebagai pemilik, anggota berkewajiban menyetorkan simpanan untuk memodali koperasinya.
c.       Sebagai pelanggan atau pengguna, anggota berhak dan sekaligus berkewajiban memanfaatkan pelayanan barang jasa koperasinya.
d.      Pendekatan Sistem pada Koperasi.

4.      Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:

a.       Organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial (pendekatan sosiologi).
b.       perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).

5.      Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem

a.       Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Socio technological system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.

b.      Cooperative Combine adalah sistem sosio teknis pada substansinya, sistem terbuka pada lingkungannya, sistem dasar target pada tugasnya dan sistem ekonomi pada penggunaan sumber-sumber.

Contoh : Cooperative Interprise Combine : Koperasi penyediaan alat pertanian, serba usaha, kerajinan, dan industri. Tugas usaha pada Sistem Komunikasi (BCS). The Businnes function Communication System (BCS) adalah sistem hubungan antara unit-unit usaha anggota dengan koperasi yang berhubungan dengan pelaksanaan dari perusahaan koperasi untuk unit usaha anggotaa mengenai beberapa tugas perusahaan.

c.       Sistem Komunikasi antar anggota (The Interpersonal Communication System (ICS)) adalah hubungan antara orang-orang yang berperan aktif dalam unit usaha anggota dengan koperasi yang berjalan. ICS meliputi pembentukan/terjadi sistem target dalam koperasi gabungan. Dan adapun Sistem Informasi Manajemen sebagai berikut     :

1)      Anggota
2)      Koordinasi dari suatu sistem yang ada melicinkan jalannya Cooperative Combine (CC), koordinasi yang terjadi selalu lewat informasi dan dengan sendirinya membutuhkan informasi yang baik.
3)      Manajemen memberikan informasi pada anggota, informasi yang khusus untuk penganalisaan. hubungan organisasi dan pemecahan persoalan seoptimal mungkin. Dimensi struktural dari Cooperative Combine (CC).
4)      Konfigurasi ekonomi dari individu membentuk dasar untuk pengembangaaan lebih lanjut.
5)       Sifat-sifat dari anggota : sifat dari orang atau anggota organisasi serta sudut pandang anggota.
6)      Intensitas kerjasama : semakin banyak anggota semakin tinggi intensitas kerjasama atau tugas manajemen.
7)      Distribusi kemampuan dalam menentukan target dan pengambilan keputusan.
8)      Formalisasi kerjasama, fleksibilitas kerjasama dalam jangka panjang dan dapat menerima dan menyesuaikan perubahan.
9)      Tingkat stabilitas dalam CC ditentukan oleh sifat anggota dalam soal motivasi, kebutuhan bergabung dan lain-lain.
  
BAB IV
PERANAN ORGANISASI KOPERASI
PADA KOPERASI KARYAWAN PERUSAHAAN


A.    HUBUNGAN ORGANISASI,MANAJEMEN & TATA KERJA

1.      Manajemen
Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.


2.      Tata Kerja
Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia

3.      Organisasi
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.



4.      HUBUNGAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN
Organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan


5.      Hubungan manajemen dan tata kerja.
Manajemen berfungsi untuk menjelaskan perlu ada proses kegiatan & pendayagunaan sumber-sumber untuk pelaksanaan kegiatan. Tata kerja berfungsi menjelaskan agar kegiatan itu dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber & waktu yang ada.

6.      Hubungan Manajemen,Organisasi & Tata kerja
Manajemen merupakan proses kerjasama agar tujuan tercapai .Organisasi adalah alat untuk pencapaian tujuan dan pengelompok.dan tata cara mengatur bagaimana kerjasama itu dilakukan agar tujuan tercapai secara efisien


B.     HIRARKI DAN TANGGUNG JAWAB

1.      Pengurus
Seseorang yang bertugas, Mengelola koperasi dan usahanya, Mengajukan rancangan Rencana kerja, budget dan belanja koperasi, Menyelenggaran Rapat Anggota, Mengajukan laporan keuangan & pertanggung jawaban, Maintenance daftar anggota dan pengurus, Wewenang, Mewakili koperasi di dalam & luar pengadilan, Meningkatkan peran koperasi.



2.      Pengelola
Karyawan / Pegawai yang diberikan kuasa & wewenang oleh pengurus untuk mengembangkan usaha dengan efisien & professional, Hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja, dan dapat diangkat serta diberhentikan oleh pengurus.
3.      Pengawas
Adalah Perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi & usaha koperasi
UU 25 Th. 1992 pasal 39:

d.      Bertugas untuk melakukan pengawasan kebijakan dan pengelolaan koperasi.
e.       Berwenang untuk meneliti catatan yang ada & mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

C.    PERAN ORGANISASI DI DALAM PERUSAHAAN BERDASARKAN STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI

1.      menciptakan bayangan kesuksesan untuk bisnis kita, dengan memiliki Struktur Organisasi kita telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa mendatang. Divisi – divisi dan posisi – posisi apa saja yang nanti akan ada bisa tergambar dengan jelas saat ini.

2.       memudahkan pengembangan Sumber Daya Manusia, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat bagian-bagian perusahaan mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur Organisasi juga bisa menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan nantinya. Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan berusaha untuk mendapatkan SDM yang berkualitas pada posisi-posisi yang saat ini masih kosong atau rangkap jabatan. Bagi karyawan Struktur Organisasi ini juga akan menjadi motivasi tersendiri untuk naik jabatan pada posisi diatasnya, tanpa Struktur Organisasi karyawan tidak/ belum mengetahui apakah ada jabatan diatas posisinya saat ini.

3.      fungsi delegasi, dengan Struktur Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi delegasi antar setiap bagian pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih ada setidaknya akan diketahui pada posisi mana kita sedang bekerja. Hal ini akan sangat terasa ketika kita telah memiliki karyawan, kadangkala kita melimpahkan pekerjaan pada karyawan tetapi hal itu tidak sesuai dengan lingkup pekerjaannya, sehingga hasil pekerjaan tersebut menjadi tidak maksimal, jika sejak awal kita telah menempatkan karyawan tadi pada suatu posisi tertentu dalam Struktur Organisasi maka kita bisa melihat apakah pekerjaan yang didelegasikan sudah sesuai dengan posisi dan lingkup pekerjaan karyawan tersebut. Dari Struktur Organisasi ini pula kita akan mengetahui posisi – posisi mana saja yang sudah waktunya untuk di delegasikan.
Dengan adanya fungsi-fungsi diatas kita dapat mengetahui bagaimana pentingnya struktur organisasi dapat membuat perusahaan lebih terarah / lebih terbuka cara kita mengatur suatu perusahaan .

a.       Organisasi Niaga
Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan


Macam-macam Organisasi Niaga
1. Perseroan Terbatas (PT)‏
2. Perseroan Komanditer (CV)‏
3. Firma (FA)‏
4. Koperasi
5. Join Ventura
6. Trus
7. Kontel
8. Holding Company



Karena organisasi ini bertujuan untuk mencari kauntungan maka yg harus diperhatikan adalah :
a.       pemasaran dan penjualan.
Seringkali perusahaan baru bangkrut karena divisi pemasaran dan penjualannya loyo. Banyak yang merasa mampu membuat solusi multimedia dan informatika membuat usaha baru namun setahun kemudian tutup karena tidak dapat proyek. Tugas divisi ini adalah melakukan riset pasar, promosi, mencari prospek klien, melakukan presentasi sampai dapat menghasilkan proyek untuk perusahaan.
b.      produksi. buatlah struktur organisasi yang tepat. Dalam perusahaan yg kita kelola harus mempunyai struktur organisasi yg jelas & tepat agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
c.        Administrasi dan Keuangan. Divisi ini bertanggung jawab terhadap masalah legal, administrasi, penagihan, pembayaran, termasuk membayar gaji karyawan.

STRUKTUR ORGANISASI YG TEPAT ADALAH
       Struktur fungsional

      Jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif.



BAB V
PENUTUP


A.    KESIMPULAN


Peranan organisasi koperasi pada koperasi karyawan haruslah Penting agar meningkatkan mutu dan kualitas kinerja karyawan perusahaan dan membagi – bagi tugas msing – masing karyawan tepat dalam bidangnya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar