active - pasive
2. martha was delivery the document to department
jawab : the document to department was being delivered by martha
9. timmy droped the cup
jawab : the cup is droped by timmy
pasive - active
2. this sweater was made by mother
jawab : mother made the sweater
9. the book had been returned by khatty
jawab : khatty had returned the book
Senin, 12 Maret 2012
A little story about him .. who person I love :)
Initially there is no sense to start a relationship with him, he called Derry Jiwanda commonly referred to as Derry and I used to call him to call my dear "DEROY or Tubby". Tubby, it's mean because he's fat HHI: DD I'm sorry my Darl. but this feeling goes from time to time. I knew him by accident and not planned. Originally he was a figure of a friend and nothing more than that.
Well ... I can talk like this because I still have memories of my past, let's call it the MR.C. because after breaking up with the MR.C I felt a big hit and miss someone who has been there for me. losing someone who I love and everything. and I ended the relationship with him because we are of different religions, he is Catholic and I'm Muslim. we had quite a difficult hurdle that we have a relationship, because we have a very strong faith. Our parents really stick to their beliefs. and I still remember the memories with MR.C. may be reasonable because I just broke right in the same month in the month of Jully 06, 2012 where I began my relationship with Derry Jiwanda in the month of july 18, 2012.
***
A month and a half I went through my relationship with him I still can't forget my ex because derry attitude that I think is just playing around and indifferent. and at that time we rarely communicate even days. and at that time I was not too concerned because I have had a bustle that still likes to play with friends, besides that I am still traumatized by the events of the previous month where I was with my ex had the name "BROKEN HEART" ...
Over time we also improved the relationship ended, but it did not last long because I have been the suspicion against derry it really happened exactly where Saturday night he lied to me and he turned out the way with another woman who I did not know and he said that it was his sister. I honestly don't believe but I am not making an issue too long because I knew he would deny some more. it starts from my nature indifferent because I hate lying and finally he reprimanded me but I answered as harassing, maybe he was upset until he told me he wanted to "BROKE". one day I could be without him and it turns out I started to feel lost until I asked to repair this relationship anymore. and he agreed.
***
After we make up we had a good relationship with the back. until in the end there was one of my friends told me that Derry shoot a Girl and it turns out one of my friends september 06, 2012 exactly where we are going. I feel very hurt because he lied twice but I kept silent. until finally my revenge and reconnect with my ex the MR.C and intimate relationships we should establish love people. and a text message from him I did not accidentally delete so he read and feel what I feel.
Finally right at his home Saturday night and I did't intentionally put the phone on the table and I went to the kitchen to make a drink. turns out he opened the text message me with MR.C, not at length he went to his home and when he got home he immediately decided me. finally I sent a picture of him with a woman fuel his fire and I agreed to break up because I feel I am innocent fine and did not feel sad.
After one day we did not communicate he finally contacted me with the words "I MISS YOU" and I reply brief message. and he asked us to improve our relationship again and told me to delete all my past and I agree that
***
Until the final, this time ALLHAMDULILLAH our relationship is good and I can forget my past completely and people who can make me move on was him, my beloved DERRY JIWANDA and I hope he is the last one for me and May wrote this relationship can go smoothly as what we expected "amin".
Kamis, 05 Januari 2012
Suku Sumaba dari Sumatra Selatan
SUKU SEMENDO
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan
Letak
|
:
|
Sumatera
Selatan
|
Populasi
|
:
|
105.000
jiwa
|
Bahasa
|
:
|
Semendo
|
Anggota
Gereja
|
:
|
10
(0,01%)
|
Alkitab
dalam bahasa Semendo
|
:
|
Tidak
Ada
|
Film
Yesus dalam bahasa Semendo
|
:
|
Tidak
Ada
|
Siaran
radio pelayanan dalam bahasa Semendo
|
:
|
Tidak
Ada
|
Suku
Semendo berada di Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera
Selatan. Kecamatan Semendo terbagi menjadi 3 wilayah kecamatan yaitu : 1
Kecamatan Pusat dan 2 Kecamatan perwakilan, jumlah desa 31 buah, luasnya 900
km2, ibukotanya Pulau Panggung. Menurut sejarahnya, suku Semendo berasal dari
keturunan suku Banten yang pada beberapa abad silam pergi merantau dari Jawa ke
pulau Sumatera, dan kemudian menetap dan beranak cucu di daerah Semendo.
SOSIAL
BUDAYA
Hampir
100% penduduk Semendo hidup dari hasil pertanian, yang masih diolah dengan cara
tradisional. Lahan pertanian di daerah ini cukup subur, karena berada kurang
lebih 900 meter di atas permukaan laut. Ada dua komoditi utama dari daerah ini
: kopi jenis robusta dengan jumlah produksi mencapai 300 ton per tahunnya, dan
padi, dimana daerah ini termasuk salah satu lumbung padi untuk daerah Sumatera
Selatan. Ada kurang lebih 5000 bidang sawah produktif yang ditanami dan dipanen
1 kali dalam setahun.
Adat
istiadat serta kebudayaan daerah ini sangat dipengaruhi oleh nafas keIslaman
yang sangat kuat. Mulai dari musik rebana, lagu-lagu daerah dan tari-tarian
sangat dipengaruhi oleh budaya melayu Islam. Bahasa yang digunakan dalam
pergaulan sehari-hari adalah bahasa Semendo. Setiap kata pada setiap bahasa ini
umumnya berakhiran "e."
Salah
satu adat yang masih dipegang kuat secara turun temurun oleh suku Semendo ialah
Adat "Tunggu Tubang", yaitu adat yang mengatur hak warisan dalam satu
keluarga, dimana yang berhak atas warisan tersebut adalah anak wanita yang
paling tua (sulung). Warisan yang dimaksud adalah terdiri atas satu bidang
sawah, dan satu buah rumah yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya
secara terus menerus. Hal tersebut menjadi penyebab tingginya dorongan untuk
merantau bagi anak laki-laki dari masyarakat suku ini.
AGAMA/KEPERCAYAAN
Orang
Semendo secara turun temurun beragama Islam. Ajaran Islam ini cukup berakar
dalam masyrakat. Ajaran Islam ini cukup berakar dalam masyarakat.Hal ini dapat
terlihat dari betapa patuhnya sebagian dari masyarakat menjalankan syariat
Islam secara rutin dan teratur, sesuai dengan rukun Islam. Di mana-mana kita
bertemu dengan tempat ibadah baik besar maupun kecil.
Di
daerah ini juga terdapat banyak sekali pesantren yang secara khusus mendidik
putra putri remaja dan pemuda suku Semendo menjadi penyebar agama Islam di
daerahnya.
KEBUTUHAN
Suku
Semendo membutuhkan peningkatan pengolahan lahan pertanian agar dapat
dikerjakan dengan lebih modern. Saat ini telah ada proyek kerja sama yaitu :
proyek penggilingan kopi, perikanan dan percontohan perikanan. Proyek ini perlu
didukung dan dikembangkan lagi untuk lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Mereka juga membutuhkan peningkatan dalam bidang pendidikan.
POKOK DOA
Kemudian daripada itu aku melihat :
sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhintung
banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan
takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun
palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru :
"Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba
!" (\\/TB #Wahyu 7:9-10*\\)
- Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di tengah-tengah suku Semendo, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
- Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku Semendo
- Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi suku Semendo yang juga berbeban dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka
Sumber
: http://www.sabda.org/misi/profilo_isi.php?id=55
Rencana untuk memajukan suku
semendo
·
Yang akan saya lakukan adalah sebagai Dokter dan Guru tapi terutama saya akan melakukan pendekatan dan beradaptasi
dengan masyrakat sekitar agar masyarakat suku semendo ini menerima kedatangan
saya diwilayahnya, setelah melakukan adaptasi di wilayah ini dan penduduk
sekitar menerima kedatangan saya, saya akan membuka praktek dokter untuk sore
hari dan siang harinya saya akan mengajar menjadi guru untuk mengajar anak-anak
suku semendo yang belum mnegenal pelajaran samapai mereka mendapatkan wawasan
yang lebih dan mengenal dunia.
Dokter :
karena
melihat dari segi kesehatan suku semendo tidak terlalu mementingkan
kesehatannya, dan jauh sekali dari pengawasan dinas kesehatan pemerintah di
Indonesia. saya akan memberikan pelayanan kesehatan dan merawat penduduk yang
sakit.
Guru :
Karena
dilihat dari segi pendidikan pulau semendo ini belum terlalu diperhatikan untuk
masalah pendidikannya dan Yang akan saya lakukan adalah mengajar anak-anak suku
semendo, memberikan pelajaran, megajarkan pelajaran-pelajaran yang mereka belum
ketahui, terutama membaca dan menulis.
·
Tujuannya :
Agar
masyarakat pedalaman suku semendo ini mendapat perhatian khusus untuk masalah
kesehatan.
Dan
untuk masalah pendidikan agar tidak tertinggal dalam masalah pendidikan, dan masyarakat
di pulau semendo ini dapat menjadi maju lagi seperti layaknya masyarakat di
ibukota.
·
Kepuasan yang dicapai untuk
masyarakatnya adalah :
Ø Menjadi
lebih sehat
Ø Mengenal
cara hidup sehat
Ø Mengenal
pelajaran
Ø Menjadi
cerdas dan pintar
Ø Menambah
wawasan
·
Kepuasan untuk diri sendiri :
Yaah, untuk mengenal dan
melakukan adaptasi dengan lingkungan baru memanglah sulit, tapi ada kepuasan
untuk saya sendiri karena bias memberikan pelajaran dan memberikan ilmu yang
cukup untuk menambah wawasan suku semendo ini dan sekaligus melukakn 2 tugas
menjadi dokter adalah hal yang sulit dan tidak mudah tetapi kepuasa yang
didapat adalah agar penduduk sekitar mendapat penanganan yang lebih untuk
masalah kesehatan
Kamis, 10 November 2011
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR - PEMPEK PALEMBANG
SEJARAH
PEMPEK PALEMBANG
Mungkin
masih banyak yang tidak tahu sejarah makanan khas yang terkenal dari Palembang,
pempek. Dibalik kegurihannya pempek palembang tersimpan sejarah yang unik.
Menurut sejarahnya pempek telah ada di palembang sejak masuknya perantau cina
ke palembang, yaitu disekitar abad ke -16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II
berkuasa di kesultanan palembang-Darusallam. Nama empek-empek atau pemepk
diyakini berasal dari sebutan “apek” yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan
cina.
Berdasarkan
cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seog apek berusia sekitar 65 tahun yang
tinggal didaerah perakitan (tepian sungai musi) merasa prihatin menyaksikan
tangkapan ikan yang sangat berlimpah disungai musi. Hasil tangkapan itu belum
seluruhnya dimanfaatkan dengan baik hanya sebatas digoremg saja dan di pindang,
si apek kemudian mencoba alternative pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan
giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan
tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda berkeliling kota. Oleh
karena itu penjualnya disebut dengan sebutan “pek” maka makanan tersebut
dikenal dengan sebutan empek-empek atau pempek.
Namun
cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut Karena singkongbaru diperkenalkan
oleh bangsa portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda)
baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Walaupun begitu sangat
mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian
ataupun ngohyang.
Pada
awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun dengan semakin langkanya dan
mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang
harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.
Pada
perkembangan selanjutnya digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalkan
ikan putak, toman, dan bujuk. Dan dipakai juga jenis ikan laut seperti ikan
tenggiri, kakap merah, prang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Namun saat
ini pempek palembang kebanyakan bahan utama yang digunakan adalah ikan tenggiri
karena rasanya yang mungkin pas dilidah orang Indonesia. Dan dahulu pempek
Palembang secara tradisional tidak disajikan dengan mie kuning.
RESEP
PEMPEK PALEMBANG
BAHAN :
·
1 cangkir (1 bagian) ikan tenggiri
giling
·
1 cangkir air putih
·
Garam secukupnya
·
2 sdm minyak goring
·
Tepung kanji secukupnya
BAHAN
SAUS / CUKO :
·
1 KG gula merah, potong-potong
·
Cabai rawit sesuai selera
·
200 g bawang putih
·
3 sdm cuka putih/air/air jeruk nipis
·
Garam secukupnya
·
2 liter air
CARA
MEMBUAT :
Ø SAUS/CUKO:
1. Masak
gula merah bersama air secukupnya hingga larut
2. Haluskan
bawang putih dan cabai rawit lalu tambahkan kedalam rebusan gula dan didihkan
3. Masukkan
cuka dan garam. Rebus dengan api kecil selama 1 jam hingga agak kental. Angkat
dan saring.
Ø Pempek:
1. Campur
ikan giling dengan air garam hingga
benar-benar larut dan cukup asinnya.
2. Tambahkan
tepung kanji secukupnya sampai adonan bias diuleni
3. Adonan
pempek sudah siap dibentuk sesuai selera.
4. Untuk
pempek kapal selam, ambil adonan secukupnya, bentuk seperti mangkuk isi dengan
telur ayam mentah lalu rekatkan agar tidak bocor. Untuk pempek lenjer bentuk
adonan seperti silinder, sedangkan untuk pempek andaan ambil adonan secukupnya
tambahkan sedikit bawang goreng atau daun bawang iris serta telur, aduk rata.
5. Rebus
dalam air mendidih dengan api sedang hingga mengapung, angkat, tiriskan, masukkan
dalam air dingin.
6. Goreng
pempek di api sedang hingga warna kecoklatan, dan sajikan pempek bersama
kuah/sausnya
Tips : dapat ditambahkan dengan mie
kuning dan ketimun sesuai selera.
MENURUT SAYA RASA PEMPEK PALEMBANG???
Mungkin
sebagian besar orang Indonesia sudah pernah mencicipi rasa khas dari pempek
palembang, karena makanan khas kota pelembang ini sudah tidak asing lagi untuk
kita khususnya orang Indonesia, karena sudah sering kita jumpai toko-toko yang
menjual pempek palembang.
Dan menurut saya pempek palembang
ini mempunyai cita rasa yang gurih dari kombinasi ikan dan tepung tapioka yang
menjadi salah satu bahan utama dari pembuatan pempek palembang ini, ditambah
dengan saus atau cuko-nya yang rasanya asam pedas memiliki cirri khas
tersendiri dari pempek palembang.
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR - KOTA LAMPUNG
1.
Sejarah
Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatra,
Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Bengkulu dan Sumatra Selatan. Provinsi Lampung
dengan ibukota Bandar Lampung, yang merupakan
gabungan dari kota kembar Tanjungkarang dan Telukbetung memiliki
wilayah yang relatif luas, dan menyimpan potensi kelautan. Pelabuhan utamanya
bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni serta pelabuhan
nelayan seperti Pasar Ikan (Telukbetung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk
Lampung.
Sedangkan di Teluk
Semangka adalah Kota Agung (Kabupaten
Tanggamus), dan di
Laut Jawa terdapat pula pelabuhan nelayan seperti Labuhan Maringgai dan
Ketapang. Di samping itu, Kota Menggala juga dapat dikunjungi kapal-kapal
nelayan dengan menyusuri sungai Way Tulang Bawang, adapun di Samudra Indonesia
terdapat Pelabuhan Krui.
Lapangan terbang
utamanya adalah "Radin Inten
II", yaitu nama baru dari "Branti", 28 Km dari
Ibukota melalui jalan negara menuju Kotabumi, dan Lapangan terbang AURI
terdapat di Menggala yang bernama Astra Ksetra. Secara Geografis Provinsi
Lampung terletak pada kedudukan : Timur - Barat berada antara : 103o
40' - 105o 50' Bujur Timur Utara - Selatan berada antara : 6o 45' - 3o 45'
Lintang Selatan
Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500
hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten. Putra mahkota
Banten, Sultan Haji, menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng
Tirtayasa kepada Belanda. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi
Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa.
Permintaan itu termuat dalam surat
Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia
yang sedang berlabuh di Banten. Surat bertanggal 12 Maret 1682 itu isinya, Saya
minta tolong, nanti daerah Tirtayasa dan negeri-negeri yang menghasilkan lada
seperti Lampung dan tanah-tanah lainnya sebagaimana diinginkan Mayor/ Kapten
Moor, akan segera serahkan kepada kompeni. Surat itu kemudian dikuatkan dengan
surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak
monopoli perdagangan lada di Lampung.
Akan tetapi, upaya menguasai pasar
lada hitam Lampung kurang memperoleh sambutan baik. Pada 21 November 1682 VOC
kembali ke pulau Jawa hanya membawa 744.188 ton lada hitam seharga 62.292,312
gulden.
Dari angka itu dapat disimpulkan
bahwa Lampung kala itu dikenal sebagai penghasil lada hitam utama. Lada hitam
pula yang mengilhami berbagai negara Eropa ambil bagian dalam konstelasi politik
Nusantara kala itu. Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai
perdagangan dunia-dan tentu saja wilayah.
Kejayaan Lampung sebagai sumber lada
hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan,
ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam
menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan
tersebut telah pudar.
2.
Letak dan
kondisi alam
Provinsi Lampung memiliki luas
35.376,50 km² dan terletak di antara 105°45′-103°48′ BT dan 3°45′-6°45′ LS.
Daerah ini di sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda dan di sebelah timur
dengan Laut Jawa. Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, yang
sebagian besar terletak di Teluk Lampung, di antaranya: Pulau Darot, Pulau
Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Ketagian, Pulau Sebesi, Pulau
Poahawang, Pulau Krakatau, Pulau Putus, dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau
Tampang dan Pulau Pisang di yang masuk ke wilayah Kabupaten Lampung Barat.
Keadaan alam Lampung, di sebelah
barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit
sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Di tengah-tengah
merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di
sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas.
3.
Gunung
Gunung-gunung yang puncaknya cukup
tinggi, antara lain:
·
Gunung Pesagi (2262 m) di Sekala
Brak, Lampung Barat
·
Gunung Seminung (1.881 m) di Sukau,
Lampung Barat
·
Gunung Tebak (2.115 m) di Sumberjaya,
Lampung Barat
·
Gunung Rindingan (1.506 m) di Pulau
Panggung, Tanggamus
·
Gunung Pesawaran (1.161 m) di
Kedondong, Lampung Selatan
·
Gunung Betung (1.240 m) di Teluk
Betung, Bandar Lampung
·
Gunung Rajabasa (1.261 m) di
Kalianda, Lampung Selatan
·
Gunung Tanggamus (2.156 m) di
Kotaagung, Tanggamus
4.
Sungai
Sungai-sungai yang mengalir di
daerah Lampung menurut panjang dan cathment area (c.a)-nya adalah:
·
Way Sekampung, panjang 265 km, c.a.
4.795,52 km2
·
Way Semaka, panjang 90 km, c.a. 985
km2
·
Way Seputih, panjang 190 km, c.a.
7.149,26 km2
·
Way Jepara, panjang 50 km, c.a.
1.285 km2
·
Way Tulangbawang, panjang 136 km,
c.a. 1.285 km2
·
Way Mesuji, panjang 220 km, c.a.
2.053 km2
Way
Sekampung mengalir di daerah kabupaten Tanggamus dan Lampung Selatan. Anak
sungainya banyak, tetapi tidak ada yang panjangnya sampai 100 km. Hanya ada
satu sungai yang panjangnya 51 km dengan c.a. 106,97 km2 ialah Way Ketibung di
Kalianda.
Way
Seputih mengalir di daerah kabupaten Lampung Tengah dengan anak-anak sungai
yang panjangnya lebih dari 50 km adalah
·
Way Terusan, panjang 175 km, c.a.
1.500 km2
·
Way Pengubuan, panjang 165 km, c.a.
1.143,78 km2
·
Way Pegadungan, panjang 80 km, c.a.
975 km2
·
Way Raman, panjang 55 km, c.a. 200
km2
Way
Tulangbawang mengalir di kabupaten Tulangbawang dengan anak-anak sungai yang
lebih dari 50 km panjangnya, di antaranya:
·
Way Kanan, panjang 51 km, c.a. 1.197
km2
·
Way Rarem, panjang 53,50 km, c.a.
870 km2
·
Way Umpu, panjang 100 km, c.a. 1.179
km2
·
Way Tahmy, panjang 60 km, c.a. 550
km2
·
Way Besay, panjang 113 km, c.a. 879
km2
·
Way Giham, panjang 80 km, c.a.
506,25 km2
Way
Mesuji yang mengalir di perbatasan provinsi Lampung dan Sumatera Selatan di
sebelah utara mempunyai anak sungai bernama Sungai Buaya, sepanjang 70 km
dengan c.a. 347,5 km2.
Hutan-hutan
besar di dataran rendah dapat dikatakan sudah habis dimanfaatkan untuk
keepentingan pembangunan pertanian, untuk para transmigran yang terus-menerus
memasuki daerah ini. Kayu-kayu hasil hutan diekspor ke luar negeri. Hutan-hutan
yang masih ada, yang tanahnya dapat dikatakan belum banyak dibuka sebagian
besar terletak di sebelah barat, di daerah Bukit Barisan Selatan.
Beberapa
kota di daerah provinsi Lampung yang tingginya 50 m lebih dari permukaan laut
adalah: Tanjungkarang (96 m), Kedaton (100 m), Metro (53), Gisting (480 m),
Negerisakti (100 m), Pringsewu (50 m), Pekalongan (50 m), Batanghari (65 m),
Punggur (50 m), Padangratu (56 m), Wonosobo (50 m), Kedondong (80 m), Sidomulyo
(75 m), Kasui (200 m), Sri Menanti (320 m), dan Kota Liwa (850 m).
5.
Potensi daerah
Lampung fokus pada pengembangan
lahan bagi perkebunan besar seperti kelapa sawit, kopi, jagung dan tebu. Dan di
beberapa daerah pesisir, komoditas perikanan seperti tambak udang lebih
menonjol, bahkan untuk tingkat nasional.
6.
Pariwisata
Tahun 2009 Pemerintah Propinsi
Lampung mencanangkan tahun kunjungan wisata. Jenis Wisata yang dapat dikunjungi
diLampung adalah Wisata Budaya dibeberapa Kampung Tua diSukau, Liwa, Kembahang,
Batu Brak, Kenali, Ranau dan Krui diLampung Barat dan Festival Sekura yang diadakan
dalam seminggu setelah Idul Fitri diLampung Barat, Festival Krakatau di Bandar
Lampung, Festival Teluk Stabas diLampung Barat, Festival Way Kambas di Lampung
Timur.
7.
Bahasa
Masyarakat Lampung yang plural
menggunakan berbagai bahasa, antara lain bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa
Sunda, bahasa Bali, bahasa Minang, dan bahasa setempat yang disebut bahasa
Lampung.
8.
Industri
Sebagai gerbang Sumatera, di Lampung
sangat potensial berkembang berbagai jenis industri. Mulai dari industri kecil (kerajinan)
hingga industri besar, terutama di bidang agrobisnis. Industri penambakan udang
termasuk salah satu tambak yang terbesar didunia setelah adanya penggabungan
usaha antara Bratasena, Dipasena dan Wachyuni Mandira. Terdapat juga pabrik
gula dengan produksi pertahun mencapai 600.000 ton oleh 2 pabrik yaitu Gunung
Madu Plantation dan Sugar group. di tahun 2007 kembali diresmikan pembangunan 1
pabrik gula lagi dibawah PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) yang diproyeksikan
akan mulai produksi pada tahun 2008. Industri agribisnis lainnya : Ketela
(ubi), Kelapa Sawit, coklat, kokoa, Nata de coco dll
9.
Tapis
Lampung
Kain Tapis adalah pakaian wanita
suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan
motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistim sulam
(Lampung; “Cucuk”). Dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah
hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan
menjadi pakaian khas suku Lampung. Jenis tenun ini biasanya digunakan pada
bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan
motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan
benang perak. Tapis Lampung termasuk kerajian tradisional karena peralatan yang
digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan
dikerjakan oleh pengerajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah
tangga maupun gadis-gadis (muli-muli) yang pada mulanya untuk mengisi waktu
senggang dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap
sakral. Kain Tapis saat ini diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang
bermacam-macam sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang cukup
tinggi. pusat kerajinan dan penjualan kain tapis serta sulaman khas lainnya
seperti sulam usus dapat diperoleh di sanggar tapis, gallery dan toko-toko
cinderamata di kota bandar lampung, kota bumi, dll. disamping itu dikenal pula
satu kerajinan batik di lampung yaitu sebage
yang mempunyai ragam khas dan corak warna dengan berbagai variasi motif.
Bahan dasar yang di pergunakan adalah sutera dan katun.
10.
Seni dan
budaya
a.
Sastra
Lampung menjadi lahan yang subur bagi pertumbuhan sastra,
baik sastra (berbahasa) Indonesia
maupun sastra (berbahasa) Lampung. Lampung juga mempunyai aksara Aksara ini
sering disebut ka-ga-nga. Aksara ini mirip dengan aksara Batak, aksara Bugis,
dan aksara Sunda Kuna (yang bukan aksara Jawa ha-na-ca-ra-ka). Aksara-aksara
ini memang bersaudara, sebab sama-sama diturunkan dari aksara Dewanagari di
India.
b.
Teater
Perkembangan
teater di Lampung banyak dilatarbelakangi dari keinginan para pelajar dan
mahasiswa yang tergabung dalam kelompok seni untuk mendalami seni peran dan
pertunjukkan.
Dan ada beberapa
teater yang digerakkan seniman-seniman Lampung yaitu Teater Satu, Komunitas
Berkat Yakin (Kober), Teater Kuman, Teater Sendiri. Penggerak teater di Lampung
yang masih eksis mengembangkan seni pertunjukkan teater melalui karya-karyanya
antara lain Iswadi Pratama, Ari Pahala Hutabarat, Robi akbar, M. Yunus, Edi
Samudra Kertagama, Ahmad Jusmar, Imas Sobariah, Ahmad Zilalin, Darmawan.
Lampung tidak hanya dikenal banyak melahirkan sastrawan-sastrawan baru namun
aktor-aktor potensial pun juga tidak sedikit yang muncul seperti, Rendie Dadang
Yusliadi, Robi Akbar, Eyie, Iin Mutmainah, M Yunus, Dedi Nio, Liza Mutiara
Afriani, Iskandar GB, Ruth Marini.
Dalam tiap tahunnya even-even teater
seperti pertunjukkan, lomba, workshop dan diskusi kerap digelar di Provinsi ini
serta tempat tempat yang sering digunakan adalah Gedung Teater Tertutup Taman
Budaya Lampung, Auditorium RRI, GSG UNILA, Academic Centre STAIN Metro, Gedung
PKM Unila, Aula FKIP Unila, Pasar Seni Enggal.
Adapun even tahunan teater yang
terbesar di Lampung adalah Liga Teater SLTA se-Provinsi Lampung sebagai ajang
apresiasi para aktor Pelajar Lampung yang kualitasnya tidak kalah dengan
pelajar di luar Lampung.
c.
Musik
Sebagaimana sebuah daerah, Lampung
memiliki beraneka ragam jenis musik, mulai dari jenis tradisional hingga modern
(musik modern yang mengadopsi kebudayaan musik global.red). Adapun jenis musik
yang masih bertahan hingga sekarang adalah: Klasik Lampung, jenis musik ini
biasanya diiringi oleh alat musik gambus dan gitar akustik. Mungkin jenis musik
ini merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya asli itu sendiri. Beberapa
kegiatan festival diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan budaya musik
tradisional tanpa harus khawatir akan kehilangan jati diri. Festival Krakatau
contohnya, adalah sebuah Festival yang diadakan oleh Pemda Lampung yang
bertujuan untuk mengenalkan Lampung kepada dunia luar dan sekaligus menjadi
ajang promosi pariwisata.
d.
Tari
Ada berbagai jenis tarian yang
merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal
adalah Tari Sembah. Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat
lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau
undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian
penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali
dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.
e.
Makanan khas Lampung
·
Keripik pisang yang paling terkenal
di Lampung adalah Keripik Pisang Suseno. keripik pisang ini sudah
terkenal. Tentu saja, kalau membeli keripik pisang. Selain sudah terkenal,
kemasannya sungguh cantik. Bagian luar dikemas dengan kotak, sedangkan bagian
dalam dikemas dengan plastik. Dengan kemasan ini, keripik ini terjamin
kebersihannya. Ada 3 macam rasa yang tersedia, yaitu rasa manis, rasa keju, dan
rasa cokelat. Ketiga macam rasa sama-sama renyah dan sangat enak di lidah.
Keripik pisang Suseno juga tersedia dalam berbagai ukuran, ada yang berukurang
250 gram, 500 gram, bahkan 1 kilogram.
·
Keripik nangka dan kacang “medan”, merupakan oleh-oleh baru khas Lampung. Tentu saja,
keripik nangka dan kacang “medan” juga tersedia di daerah lain, rasanya sungguh
manis. Bentuknya seperti nangka yang dikeringkan. Untuk kacang “medan”, rasanya
standar saja. Sama seperti kacang-kacang “medan” yang lain.
·
Sambal, lempok
Makanan khas asli lampung dapat diperoleh disekitar klenteng
telukbetung, supermarket, hotel dll.
Langganan:
Postingan (Atom)

